SEKILAS INFO
: - Thursday, 22-10-2020
  • 2 bulan yang lalu / DIRGAHAYU INDONESIA KE-75 TAHUN | INDONESIA MAJU
  • 6 bulan yang lalu / #DiRumahAja, Mari bantu tenaga kesehatan kita melawan pandemi virus corona.
  • 7 bulan yang lalu / SMK Yasmida Ambarawa Berhasil Meraih Juara 1 Film Pendek Tingkat Nasional di Surabaya dalam Acara Dies Natalis ke-59

KURIKULUM 2013

Implementasi Kurikulum 2013 menunjukkan dampak yang positif terhadap perubahan mind-set pendidik dan tenaga kependidikan dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga menghasilkan peserta didik yang lebih aktif, kreatif, dan mampu mengungkapkan gagasan-gagasannya terhadap orang lain. Keadaan sebagaimana dikemukakan itu, terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bawen sebagai SMK yang terpilih sebagai sekolah rintisan. Atas dasar itu, SMK Yasmida Ambarawa menerapkan kurikulum tersebut secara menyeluruh di semua paket keahlian sejak tahun pelajaran 2013/2014.

Sebagai SMK rintisan yang menggunakan Kurikulum 2013 SMK, SMK Yasmida Ambarawa harus benar-benar disiapkan sesuai tuntutan konsep pengembangan dan teknis implementasi Kurikulum 2013, agar dapat menjadi model atau rujukan bagi SMK yang lainnya baik di tingkat lokal hingga skala nasional.

Implementasi Kurikulum 2013 SMK Yasmida Ambarawa dirancang secara menyeluruh dan bertahap; yaitu mulai dari pengadaan dokumen (kurikulum dan buku siswa/ guru), Pendidikan dan Pelatihan PTK (Guru, Kepala Sekolah, Guru BK, dan Pembina Pramuka), dan pendampingan langsung pada setiap guru. Pendampingan dilakukan secara bertahap sejalan dengan perkembangan peraturan berkaitan dengan Kurikulum 2013.

Pada awalnya, pendampingan Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan Mata Pelajaran dengan model atau strategi Supervisi Klinis (Clinical Supervision); yang mana setiap guru mata pelajaran yang menjadi sasaran akan didampingi oleh guru mata pelajaran yang sama (sejenis). Pada kondisi yang baru, pendekatan itu menjadi sulit untuk dilaksanakan. Mulai Tahun Pelajaran 2015/2016, pendekatan pendampingan diubah menjadi pendekatan Pendampingan/ Pelatihan Berbasis Sekolah Seutuhnya (The Whole School Training).

Perbedaan yang paling menonjol dari pendekatan The Whole School Training (TWST) dibandingkan dengan pendekatan berbasis mata pelajaran adalah keberadaan guru/ petugas pendamping yang diambil dari MGMP yang berada di SMK Yasmida Ambarawa. Kepala Sekolah dan Wakasek bidang Kurikulum memberikan pelatihan menyeluruh kepada semua guru dan penajaman bagi Ketua MGMP dan Ketua Program Keahlian. Selajutnya, Wakasek Kurikulum, Ketua MGMP, dan Ketua Program Keahlian secara kolektif bertugas melatih, mengarahkan, dan mendampingi seluruh aspek implementasi Kurikulum 2013 SMK; mulai dari penerimaan siswa baru, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran seluruh mata pelajaran (Kelompok A, B, dan C), pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan penyusunan program pembelajaran (termasuk RPP), pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa, penyelenggaraan layanan dan kegiatan kesiswaan, hingga administrasi dan pelaporan hasil belajar siswa.

Program pendampingan ini dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut:

  1. IHT atau Workshop untuk menanamkan pemahaman dan menyeragamkan penguasaan kompetensi,
  2. Bimbingan kelompok MGMP, dan
  3. Bimbingan Individu.

Pada akhir kegiatan pendampingan, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMK Yasmida Ambarawa dapat mengimplementasikan Kurikulum 2013 SMK sesuai konsep pengembangan, strategi, dan karakteristiknya, meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan kegiatan lainnya, pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan lainnya, serta penilaian proses dan hasil pembelajaran serta kegiatan lainnya.

Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan saintifik secara menyeluruh, baik mata pelajaran maupun kelas (rombel) dengan menerapkan berbagai model dan metode yang menarik, sehingga proses belajar lebih menyenangkan. Pembelajaran secara fleksibel dilaksanakan di kelas, laboratorium, kandang, bengkel, masjid, lapangan, dan lahan praktik atau budidaya tanaman. Sumber belajar berasal dari segala hal yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi, serta informasi terkait dengan materi yang sedang dipelajari dan materi pendukung untuk memperkuat pemahaman dan memperluas wawasan atau cara pandang peserta didik.

Penilaian dilaksanakan dengan pendekatan autentik di mana penilaian dilakukan guru, baik di kelas, di lahan, di kandang, di laboratorium, serta di semua tempat dan waktu di mana pembelajaran diselenggarakan. Teknik dan bentuk penilaian disesuaikan dengan topik atau materi yang dipelajari, sehingga diperoleh hasil penilaian yang secara utuh mampu menggambarkan keberhasilan pembelajaran.

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 4
  • Page views today : 4
  • Total visitors : 6,468
  • Total page view: 8,360

Lokasi

Hubungi Admin
Hubungi Admin
Poster Santri Kalong (Tumbnail Youtube)
Share via
Copy link
Powered by Social Snap